Tampilkan postingan dengan label Artikel Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 10 Mei 2011

Permendiknas No. 11 Tahun 2011 tentang Sertifikasi Guru dalam Jabatan


Pelaksanaan Sertifikasi Guru merupakan salah satu wujud implementasi dari Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Tahun 2011 merupakan tahun kelima pelaksanaan sertifikasi guru yang telah dilaksanakan sejak tahun 2007.
Mengacu pada pelaksanaan sertifikasi tahun-tahun sebelumnya, perbaikan dalam penyelenggaraan sertifikasi guru terus dilakukan agar dapat dipertanggungjawabkan dan memberikan manfaat yang besar terhadap peningkatan proses pembelajaran.
Oleh karena itulah, terhitung tanggal 10 Maret 2011 yang lalu pemerintah melalui Menteri Pendidikan Nasional telah menerbitkan peraturan baru yang dituangkan  dalam PERMENDIKNAS No. 11 Tahun 2011 tentang  Sertifikasi Guru dalam Jabatan. Peraturan ini  pada dasarnya penyesuaian dan penyempurnaan peraturan sebelumnya  yaitu PERMENDIKNAS Nomor 11 Tahun 2008

Sabtu, 19 Februari 2011

Makna dan Hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW


        Tanggal 12 Rabiul Awal 1432 H, bertepatan dengan tanggal 15 Februari 2011 seluruh kaum muslim merayakan maulid Nabi Muhammad SAW, tidak lain merupakan warisan peradaban Islam yang dilakukan secara turun temurun.
          Dalam catatan historis, Maulid Nabi Muhammad SAW dimulai sejak zaman kekhalifahan Fatimiyah di bawah pimpinan keturunan dari Fatimah az-Zahrah, putri Muhammad. Perayaan ini dilaksanakan atas usulan panglima perang, Shalahuddin al-Ayyubi (1137M-1193 M), kepada khalifah agar mengadakan peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW.
          Tujuannya adalah untuk mengembalikan semangat juang kaum muslimin dalam perjuangan membebaskan Masjid al-Aqsha di Palestina dari cengkraman kaum Salibis. Yang kemudian, menghasilkan efek besar berupa semangat jihad umat Islam menggelora pada saat itu.
          Secara subtansial, perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW. adalah sebagai bentuk upaya untuk mengenal akan keteladanan Nabi Muhammad SAW. sebagai pembawa ajaran agama Islam. Tercatat dalam sepanjang sejarah kehidupan, bahwa Nabi Muhammad SAW. adalah pemimipn besar yang sangat luar biasa dalam memberikan teladan agung bagi umatnya.
          Dalam konteks ini, Maulid harus diartikulasikan sebagai salah satu upaya transformasi diri atas kesalehan umat. Yakni, sebagai semangat baru untuk membangun nilai-nilai profetik agar tercipta masyarakat madani (Civil Society) yang merupakan bagian dari demokrasi seperti toleransi, transparansi, anti kekerasan, kesetaraan gender, cinta lingkungan, pluralisme, keadilan sosial, ruang bebas partisipasi, dan humanisme.
             Dalam tatanan sejarah sosio antropologis Islam, Muhammad SAW. dapat dilihat dan dipahami dalam dua dimensi sosial yang berbeda dan saling melengkapi.
             Pertama, dalam perspektif teologis-religius, Muhammad SAW. dilihat dan dipahami sebagai sosok nabi sekaligus rasul terakhir dalam tatanan konsep keislaman. Hal ini memposisikan Muhammad SAW. sebagai sosok manusia sakral yang merupakan wakil Tuhan di dunia yang bertugas membawa, menyampaikan, serta mengaplikasikan segala bentuk pesan “suci” Tuhan kepada umat manusia secara universal.
             Kedua, dalam perspektif sosial-politik, Muhammad SAW. dilihat dan dipahami sebagai sosok politikus andal. Sosok individu Muhammad yang identik dengan sosok pemimpin yang adil, egaliter, toleran, humanis, serta non-diskriminatif dan hegemonik, yang kemudian mampu membawa tatanan masyarakat sosial Arab kala itu menuju suatu tatanan masyarakat sosial yang sejahtera dan tentram.
            Tentu, sudah saatnya bagi kita untuk mulai memahami dan memperingati Maulid secara lebih mendalam dan fundamental, sehingga kita tidak hanya memahami dan memperingatinya sebatas sebagai hari kelahiran sosok nabi dan rasul terakhir yang sarat dengan serangkaian ritual-ritual sakralistik-simbolik keislaman semata, namun menjadikannya sebagai kelahiran sosok pemimpin.
             Karena bukan menjadi rahasia lagi bila kita sedang membutuhkan sosok pemimpin bangsa yang mampu merekonstruksikan suatu citra kepemimpinan dan masyarakat sosial yang ideal, egaliter, toleran, humanis dan nondiskriminatif, sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW. untuk seluruh umat manusia.
               Kontekstualisasi peringatan Maulid tidak lagi dipahami dari perspektif keislaman saja, melainkan harus dipahami dari berbagai perspektif yang menyangkut segala persoalan. Misal, politik, budaya, ekonomi, maupun agama.
Wallahu A’lam Bishawaab

Senin, 24 Januari 2011

RAHASIA DI BALIK PENCIPTAAN KEBAIKAN DAN KEJAHATAN


Kehidupan dunia ini adalah sebuah ujian yang secara khusus diciptakan oleh Allah. Kehidupan ini merupakan sesuatu yang tidak kekal dimana manusia diuji dengan kebaikan maupun keburukan.Tentu saja terdapat, kebijaksanaan yang besar dibalik penciptaan tersebut. Sangat penting diketahui bahwa kejahatan ada disamping kebaikan, bagi orang-orang yang mengerti akan nilai dari surga. Manusia diuji dalam hal perilaku yang shaleh yang dia tampilkan, atas ijin Allah, di dalam suatu lingkungan dimana kebaikan dipisahkan dari kejahatan. 

Kehidupan dunia ini adalah suatu wilayah di mana terdapat perjuangan yang berlangsung secara terus-menerus antara yang baik dan yang buruk. Namun, baik dan buruk tidak dapat dipisahkan antara satu dengan yang lainnya dengan berdasarkan pada beberapa kriteria. Karena kebaikan dan keburukan memiliki perbedaan yang sangat jauh, menyeluruh dan memiliki perbedaan karaktar yang sangat terinci. Perilaku yang buruk sepenuhnya sesuai dengan petunjuk dari setan, sedangkan perilaku yang baik mengikuti hati nurani mereka. Keburukan tidak memiliki batasan untuk merasa takut kepada Allah, dan mampu melakukan apapun setiap saat. Ketika mereka dihadapkan suatu situasi dan kondisi tertentu, mereka mampu berbohong, melakukan fitnah terhadap orang lain, terlibat dalam tindakan yang melanggar hukum, ketidaksetiaan, pengkhianatan, mementingkan kepentingan pribadi daripada kepentingan bersama, kebencian, iri hati, ketidakadilan, dan tipu muslihat.

 Masyarakat yang berada di bawah kendali setan akan yang menyibukkan diri dengan melakukan kesalahan, membuat hidup orang lain menderita, dan menyebarkan kegelapan, ketakutan dan kesengsaraan, bukannya menikmati keberkahan hidup. Mereka melihat kehidupan dunia ini dari perspektif yang berbeda. Meskipun mereka tahu bahwa hidup mereka sangat singkat, namun mereka memilih untuk menghabiskan jangka waktu yang pendek ini pada hawa nafsu keserakahan dan permusuhan, memikirkan kepentingan mereka sendiri. Dan sasaran mereka adalah orang-orang yang baik.


Orang-orang yang baik adalah mereka yang bertingkah laku berdasarkan rasa takut kepada Allah. Dalam pandangan mereka, bahwa seluruh keindahan yang ada di dunia ini merupakan keberkahan. Rasa takut kepada Allah membawa mereka berperilaku baik dan benar sepanjang hidup mereka, setia dan jujur, mereka tidak pernah melakukan pelanggaran hukum, tidak pernah melanggar hak orang lain, menempatkan kepentingan bersama diatas kepentingan diri mereka sendiri, menjadi teman dan saudara bagi orang lain, dapat dipercaya, tidak memiliki maksud tersembunyi dan tidak melakukan tipu muslihat.
Orang-orang tersebut memiliki budi pekerti yang luhur di setiap saat dalam menjalani kehidupannya. Mereka selalu bersikap adil, dan mampu menjaga karakter yang dia miliki dan mampu mengendalikan tingkah lakunya. Mereka selalu berprilaku selaras dengan al-Qur’an, karena mereka takut kepada Allah. Ini adalah salah satu faktor yang membedakan antara ciri-ciri yang dimiliki oleh kebaikan dan ciri-ciri yang dimiliki oleh keburukan. Hal ini juga merupakan penyebab kejahatan melakukan permusuhan yang kekal kepada kebaikan. Karena kejahatan menyatakan perang kepada kebaikan yang berasal dari Allah, dam mereka juga membenci kepada orang-orang yang mencintai Allah.

Kehidupan dunia ini merupakan sebuah ujian dimana kebaikan dibedakan dari kejelekan, walaupun terdapat kekacauan dan kejahatan di dalam kehidupan ini, merupakan kebutuhan bagi orang-orang untuk hidup selaras dengan al-Qur’an. Hanya ketika orang-orang hidup berdasarkan keridhaan Allah, dan sesuai dengan al-Qur’an, dunia akan menjadi tempat yang sempurna untuk menjalin persahabatan, persaudaraan, kejujuran, cinta dan kasih sayang. Sebuah fakta bahwa dunia ini diciptakan sebagaimana yang dijelaskan di dalam al-Qur’an juga merupakan bukti adanya keberadaan akhirat. Manusia akan diuji apakah mereka mematuhi al-Qur’an atau tidak. Dalam salah satu ayat, Allah SWT menjelaskan :
Yang Menciptakan mati dan hidup, untuk Menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa, Maha Pengampun. (Surat al-Mulk, 2)
Kesempurnaan yang kekal sepanjang masa terdapat di dalam surga yang abadi yang diciptakan oleh Allah. Allah yang Mahakuasa akan melimpahkan keindahan atas kesempurnaan-Nya, bersama-sama dengan keberkahan yang paling menyenangkan, kepada orang-orang beriman di akhirat. Surga adalah sebuah tempat dimana tidak ada kejahatan, ketidaksempurnaan, kesedihan atau ketakutan, di mana kenikmatan akan diberikan selama-lamanya. Ini merupakan perwujudan keindahan yang luhur yang dimiliki oleh Allah, Dialah yang memiliki kekuatan untuk menciptakan kesempurnaan dan keberkahan yang terbaik. Sebagaimana yang Allah jelaskan di dalam al-Qur’an :
yang disaksikan oleh (malaikat-malaikat) yang didekatkan (kepada Allah). Sesungguhnya orang-orang yang berbakti benar-benar berada dalam (surga yang penuh) kenikmatan, mereka (duduk) di atas dipan-dipan melepas pandangan. (Surat al-Mutaffifin, 21-23)

SEBAGIAN ORANG TIDAK MENERIMA KENYATAAN BAHWA ALLAH ADA DI MANA-MANA. BAGAIMANA KITA DAPAT MENJELASKAN KENYATAAN INI KEPADA ORANG TERSEBUT?



Sebagian orang meyakini bahwa mereka sendiri, materi, dan dunia yang mereka lihat di sekeliling mereka seluruhnya merupakan wujud dengan keberadaan mutlak. Tapi mereka menganggap Allah sebagai khayalan yang meliputi materi mutlak itu (sudah tentu Allah tidak seperti itu). Atau yang lain, karena mereka tidak dapat melihat-Nya dengan mata mereka sendiri, mereka berkata: "Allah pasti berada di suatu tempat yang tidak dapat kita lihat, di dalam ruang atau jauh dari mata manusia." (Sungguh Allah jauh dari yang demikian itu.) Tapi ini semua kesalahan besar.

Sebagai satu-satunya keberadaan (wujud) mutlak, Allah melingkupi keseluruhan alam semesta, keseluruhan orang dan tempat, langit dan di mana-mana. Dia hadir di seluruh penjuru alam semesta. Menurut hadits, Nabi kita (SAW) mengatakan bahwa seseorang yang mengatakan bahwa Allah ada di langit adalah mengatakan yang sebenarnya. Tapi pernyataan ini sama sekali tidak bertentangan dengan kenyataan bahwa Allah ada di mana-mana.

Itu karena jika seseorang yang berada di wilayah Anda di Bumi mengangkat tangan dan berdoa kepada Allah dan berpikir bahwa Allah ada di langit, sementara seseorang di Kutub Selatan menghadap Allah dengan cara yang sama, sementara orang lain di Kutub Utara mengangkat tangannya dan seseorang lainnya di Jepang atau Amerika atau Ekuador mengangkat tangannya ke langit dengan cara yang sama dan menghadap Allah, maka mustahil berbicara tentang satu arah tertentu yang tetap. Dengan penjelasan yang sama, jika jin, malaikat dan setan pada berbagai titik dalam ruang angkasa dan jagat raya juga berdoa ke arah langit, akan mustahil juga untuk menyebut suatu arah tertentu yang tetap, dan hal ini akan memunculkan sesuatu yang mencakup seluruh alam semesta.

Kita mesti tidak lupa pula bahwa Allah tak terkungkung atau terbatasi oleh waktu dan ruang. Wujud Allah Sendiri adalah berbeda. Namun kehadiran Allah ada di mana-mana. Jika seseorang memasuki ruangan dan mengatakan Allah tidak ada, ia mengingkari Allah. Kehadiran Allah ada di dalam ruang itu dan di mana-mana. Di mana pun Anda menghadap, kehadiran Allah ada di sana. Beberapa ayat Al-Qur'an menyatakan bahwa Allah meliputi segala tempat, bahwa Dia adalah lebih dekat kepada kita daripada urat leher kita sendiri, dan bahwa kita akan melihat wajah-Nya di mana pun kita melihat. Sebagai contoh, dalam ayat 255 Surat Al Baqarah Allah berfirman "... Kursi Allah meliputi langit dan bumi....." Ayat 92 dari Surah Hud menyatakan, "... Tuhanku meliputi apa yang kamu kerjakan" yang berarti bahwa Allah juga meliputi apa yang dilakukan orang. (Untuk informasi rinci, silakan lihat karya Harun Yahya:
Rahasia Di Balik Materi)

ALLAH MAHA PENCIPTA SEGALANYA



Tuhan kita adalah Dia (Allah) yang telah menempatkan miliaran potongan informasi di tempat yang begitu kecil sehingga mata kita tidak bisa melihatnya.

Allah adalah Dia yang telah menciptakan hidung, telinga, mata, rambut, kaki, tangan dan seluruh bagian organ tubuh kita.

Dia pula yang menciptakan keluarga, orangtua, saudara, teman, guru dan orang-orang yang kita cintai.

Allah telah menciptakan makanan yang kita sukai seperti cokelat, kue, permen dan buah serta sayuran yang dapat membuat kita sehat dan kuat. Jika Allah tidak menciptakan coklat maka niscaya kita tidak akan pernah tahu bagaimana rasa coklat.

Allah juga telah memberikan kita indra perasa yaitu lidah. Jika Dia tidak memberi kita indra ini maka kita tidak akan bisa merasakan rasa makanan yang kita makan. Itu akan tetap sama saja rasanya apakah kita makan kentang atau kue. Allah tidak hanya menciptakan indra pembau untuk mencium harum dan lezatnya aroma makanan namun Dia juga telah memberikan kita kemampuan yang memungkinkan untuk menikmati makanan tersebut yaitu indra pengecap atau lidah.

Anda suka beberapa hal, dan Anda menikmati serta menganggap mereka sebagai hal yang menyenangkan. Sebagai contoh anda menikmati kue atau makanan yang anda makan, menikmati permainan yang anda mainkan bersama keluarga atau teman-teman, dan menikmati indahnya jalan-jalan bersama orang-orang yang Anda cintai. Anda tidak boleh lupa bahwa Allah-lah Yang memungkinkan Anda untuk menikmati hal-hal seperti itu.

Karena Allah memiliki rahmat yang besar bagi Anda, Dia selalu memberikan Anda hal-hal yang menyenangkan dan indah.

Pada awalnya anda tidak ada. Bayangkan, dimana tempat anda sebelum dilahirkan?. Saat itu anda bukan apa-apa!. Lalu Allah menciptakan anda. Dia membuat anda dari ketiadaan.

Kemudian kita harus bersyukur kepada Allah untuk setiap waktu yang kita nikmati dalam kehidupan ini. Dalam segala sesuatu yang kita nikmati dan cintai, kita harus mengingat Allah, dan berkata, "Ya Allah aku bersyukur kepada-Mu untuk semua pemberian yang telah Engkau berikan. Jika kita menemukan sebuah situasi yang tidak kita sukai, kita kembali harus berdoa kepada Allah, karena Dia adalah satu-satunya yang paling tahu mana yang terbaik untuk kita. 
Allah selalu mendengar doa-doa kita dan mengabulkannya, karena Dia selalu tahu apa yang ada di pikiran kita. Sewaktu membaca artikel ini misalnya, Anda berpikir tentang beberapa hal, tetapi jika Anda tidak mengatakannya keras-keras maka tak seorang pun di sekitar anda yang tahu apa yang Anda pikirkan. Namun, bagaimanapun anda menyembunyikan sesuatu, Dia pasti mengetahuinya karena Dia selalu mengawasi dan melihat Anda sepanjang waktu. Bahkan ketika Anda berpikir Anda sendirian, Allah melihat Anda dan tahu segala sesuatu yang Anda lakukan dan fikirkan. 

Karena alasan ini, orang-orang baik, bahkan ketika mereka sendiri, mereka tidak berfikir, "Ya, tidak ada yang bisa melihat saya sekarang" dan kemudian melakukan hal yang salah. Mereka tahu bahwa Allah masih melihat dan mendengar mereka bahkan ketika tidak ada orang lain di sekitar.